Rabu, 15 Juni 2011

Huo Yuenjia

Huo Yuenjia

Huo Yuenjia diperkirakan lahir sekitar tahun 1867-1869, yang merupakan anak ke empat dari 10 bersaudara. Sang ayah merupakan seorang ahli kung fu yang bertugas sebagai pengawal kereta expedisi, dan juga seorang yang memiliki kharisma di dunia persilatan.
Diceritakan bahwa Huo Yuanjia tidaklah diharapkan lahir sebagai seorang "Pendekar Kung Fu" dimana ketika lahir Huo Yuanjia kecil merupakan seorang yang sakit-sakitan dan cenderung lemah.Dikarenakan oleh hal tersebut, sang ayah konon menolak untuk mengajarkan teknik Wu Shu yang sebenarnya merupakan sebuah bentuk dari Kung Fu. Karir Huo Yuanjia mendadak mengorbit ketika keluarga Huo mendapat kunjungan dari seorang teman yang kemudian menginginkan sebuah peragaan terkait ilmu Wu Shu yang dimilki oleh keluarga Hou.

Singkat kata terjadilah latih tanding antara Sang Tamu dan Anak tertua dari keluarga Huo yang berahir dengan dikalahkannya Anak tertua dari keluarga Huo serta sepertinya membawa kemaluan besar bagi keluarga Huo. Huo Yuanjia yang dikala itu hanya mempelajari Wu Shu secara serampangan dan sekedar "memunguti" ilmu-ilmu dari saudara-saudara lain yang secara langsung diajar oleh Sang Ayah, secara mengejutkan berdiri dan membela sang kakak yang telah jatuh hancur, babak belur dihajar jurus Sang Tamu.
Huo kecil dengan mengejutkan berhasil menundukan Sang Tamu dan sempat mencuri perhatian ayahnya.Konon sejak itulah si ayah menyetujui untuk mengajarkan Huo Yuanjia semua ilmu yang dikuasainya.
Perjalanan karir Huo Yuanjia kembali mengalami puncaknya setelah beliau beranjak dewasa, dimana pada saat yang bersamaan Kota Nanking telah didatangi oleh tentara penjajah dan menjadikan China sebagai daerah jajahan yang merupakan daerah yang harus tunduk atas gabungan 8 negara.

Di jaman tersebut, Negara China yang secara historis selalu mendapatkan penghormatan dari negara semisal Jepang, diharuskan hidup menahan malu dan bahkan sempat dijajah oleh negara semisal Jepang.
Guna mengimbangi kekosongan "Power" dimana Pemerintah Ching sepertinya semakin tidak berkutik melawan kekuatan 8 negara, para patriot China memutuskan untuk kembali menggelorakan perjuangan anti penjajah yang dihimpun dalam gerakan Boxer.

Jika dikala mula-mula Gerakan Boxer berhasil memukul mundur gelombang pertama dari pasukan penjajah, maka kali ini gerakan boxer sepertinya terkesan kewalahan melawan senapan mesin pasukan penjajah.
Di saat itulah Huo Yuenjia memutuskan untuk berperan dan turut berjuang demi mengusir para penjajah dari tanah China.

Pertarungan melawan pegulat Russia
Berbekal kemampuan beladiri Wu Shu yang menjadi sebuah modal di dalam melancarkan karir seorang Huo Yuanjia, beliau mulai beranjak dikenal baik di sekitar tempat tinggal keluarga Huo ataupun di desa-desa dan kota-kota lainnya. Diceritakan bahwa suatu hari di kota tempat Huo menetap,Huo Yuanjia mendengar tentang seorang petinju/pegulat Russia yang melontarkan tantangan kepada setiap pendekar China, dimana sebetulnya tantangan tersebut ditujukan untuk mempermalukan orang-orang China yang dianggap pesakitan dan sampah dimana penjajah Russia. Kejadian tersebut terjadi di tahun 1901 dimana seorang Russia melontarkan tantangan terbuka untuk bertarung di atas ring yang bertempat di Xiyuan Park. Orang Russia tersebut secara terbuka melontarkan kata-kata makian dan menyebut orang China sebagai " Si Sakit dari Asia " dan " Orang lemah dari Timur ". Beberapa pendekar Kung Fu sebelumnya telah mencoba untuk membungkam mulut besar sang pegulat Russia, dimana faktor fisik dan ukuran menjadi kendala bagi orang-orang China agar bisa mengalahkan sang pegulat Russia.

Meskipun hati panas dan kesal, orang-orang China hanya bisa menahan amarah dan memendam kebencian tampa sebuah perlawanan yang nyata. Hal tersebut sedikit berbalik, dimana Huo Yuanjia memutuskan untuk menerima tantangan sang pegulat demi memulihkan wibawa dan gengsi orang-orang China di masa itu.

Seperti yang kita ketahui, sejarah mencatat bahwa Huo Yuanjia berhasil membungkam sang pegulat Russia , dan juga berhasil memulihkan gengsi dan wibawa orang-orang China dimata para penjajah. Konon sebelum pertarungan dilangsungkan, Huo Yuanjia mengajukan sebuah " harga " dimana jikalau Huo Yuanjia berhasil mengalahkan si pegulat Russia maka, pihak pegulat Russia yang juga sempat meng-claim sebagai " Manusia Terkuat di Dunia" haruslah membuat pernyataan maaf yang dimuat di koran-koran.Permintaan maaf tersebut konon dilakukan oleh pihak Russia yang kemudian mengakui bahwa masih ada orang-orang China yang memiliki bakat dan kemampuan luar biasa dan jauh dari arti kata " Orang Lemah Dari Timur " itu sendiri.
Kemenangan Huo Yuanjia dirayakan oleh masyarakat China dan kemudian dikenang di dalam sejarah sebagai sebuah kejadian heroik yang menjadi awal ketenaran nama Huo Yuanjia di dalam catatan sejarah perjuangan masyarakat China yang juga melambungkan nama Huo Yuanjia sebagai seorang petarung terbaik yang pernah dimiliki oleh masyarakat China.

Perjalanan Ke Shang Hai 1909 (bertarung dengan petinju Inggris)
Pada tahun 1909 , Huo Yuanjia bersama ke dua muridnya (Liu Zheng Seng dan Zhang Wenda ) tercatat melakukan perjalanan dan kunjungan ke kota Shang Hai. Di dalam kunjungannya, Huo Yuanjia kemudian berhadapan dengan seorang petinju Inggris yang merupakan alat propaganda pemerintahan Inggris guna menaklukan semangat perjuangan orang-orang China. Petinju yang berjuluk Hercules O'Brian menyetujui untuk bertarung melawan Huo Yuanjia dimana di dalam pertarungan ini O'Brian menggunakan peraturan Boxing yang melarang penyerangan di bagian pinggang ke bawah, sementara Huo Yuanjia malah menggunakan aturan Wu Shu yang sekiranya lebih memiliki kebebasan cara bertarung. Pada ahirnya disetujui bahwa, siapapun yang kemudian bisa meng-KO lawan sehingga menyentuh kanvas, maka orang tersebut akan disebut sebagai pemenang.Di dalam pertarungan ini, Huo Yuanjia kembali menunjukan kelasnya, dan dapat dengan mudah menumbangkan serangan Herculles O'Brian yang dilakukan secara terbuka,di dalam pertarungan di atas sebuah ring.

Melawan Judo Jepang
Di dalam sebuah insident.Kepopuleran Huo Yuanjia sebagai seorang master Kung Fu semakin menyebar ke seantero China.Nama besar Huo Yuanjia kemudian menjadikan seorang pelaku olah raga Judo berkebangsaan Jepang berkeinginan untuk melakukan kunjungan ataupun sekedar latih tanding. Dalam kesempatan ini, Huo Yuanjia mengutus seorang murid terbaiknya Liu Zheng Shen guna meladeni para pe-Judo asal Jepang tersebut. Sebagai catatan, disaat kejadian 8 negara menjajah China, Jepang merupakan salah satu negara yang turut menjajah China.Jepang sangat berambisi untuk dapat membuat China bertekuk lutut dan mengakui otoritas kekuasaan Kaisar Jepang. Pada saat melakukan latih tanding dan kunjungan kepada perkumpulan Judo yang sebetulnya merupakan sebuah "Jebakan" untuk mempermalukan Wu Shu China, terjadi sebuah kekacauan di dalam menentukan siapakah yang sepatutnya menjadi pemenang dalam latih tanding tersebut. Orang-orang Jepang berkeras bahwa Judo adalah lebih baik, sehingga tentunya merekalah yang sepatutnya disebut sebagai pemenang. Di lain pihak, orang-orang China juga berkeras bahwa Judo telah dikalahkan oleh Wu Shu yang diwakili oleh murid terbaik dari Huo Yuanjia.

Singkat kata, terjadilah keributan dan perkelahian yang terjadi di perkumpulan Judo tersebut, yang mengakibatkan 10 orang jepang luka-luka termasuk sang instruktur Judo itu sendiri. Hal tersebut dapat dimaklumi dimana Judo hanyalah sebuah sport dan bukanlah termasuk di dalam Martial Art yang dapat digunakan dalam pertarungan sesungguhnya. Kejadian tersebut mengakibatkan ditariknya instruktur Judo tersebut kembali ke Jepang, dan meninggalkan "Dendam" yang tak terselesaikan antara Judo dan Wu Shu.

Wu Shu menjadi terlarang
Di dalam era pemerintahan Dinasti Ching, orang-orang Manchu sempat menjadi khawatir jika orang-orang Han berambisi untuk mengembalikan kejayaan Dinasti Ming.
Mereka mengeluarkan larangan atas Wu Shu dan melakukan penangkapan terhadap master-master Wu Shu yang dianggap bisa mengajarkan Ilmu Bela Diri yang dapat dipakai untuk melakukan pemberontakan.
Dengan alasan tersebut, banyak orang-orang China yang kemudian memilih untuk mengajarkan Ilmu-ilmu Kung Fu secara tersembunyi guna menghindari masalah dengan Pemerintah Ching ( Manchu ).

Kebangkitan Wu Shu
Huo Yuanjia juga pernah memiliki sebuah impian dimana beliau menginginkan untuk mewariskan Wu Shu / Kung Fu kepada generasi penerus dan mengajarkan kepada masyarakat agar menghargai Wu Shu sebagai sebuah Harta Warisan Negara. Dicatat dua bulan sebelum kematianya , Huo Yuanjia sempat mendanai pendirian Chin Woo Athletic Association yang merupakan sekolah Kung Fu modern pertama yang tidak terkait oleh aturan-aturan kolot dan aliran silat tertentu.

Chin Woo Athletic Association yang muncul dan berkembang di era penjajahan 8 negara, serta kemudian berkembang dan tumbuh sampai sekarang, dapat ditemui di Vietnam ( yang merupakan cabang pertama di luar China ),Malaysia,Singapore.Pada tahun 1923, 5 mater Kung Fu melakukan kunjungan ke 9 negara dan memperkenalkan Wu Shu sebagai sebuah budaya China, dan kemudian masih terus berkembang dan menyebar kepada lebih dari 38 negara.

Kematian Huo Yuanjia sendiri masih merupakan sebuah misteri.Ada yang mengatakan bahwa Huo Yuanjia meninggal oleh karena diracun oleh orang-oranng Jepang yang tidak bisa menerima kekalahan di dalam pertandingan antara Judo Vs Wu Shu.Ada yang mencurigai bahwa pihak penjajah eropa adalah yang sebenarnya bertanggung jawab atas kematian Huo Yuanjia.
Setelah kematiannya, banyak orang-orang yang semakin sadar akan arti nilai dari Wu Shu.Berkat Huo Yuanjia Wu Shu menjadi semakin dikenal dan tersebar ke berbagai belahan dunia.
Nilai moral yang dapat kita petik melalui kisah seorang Huo Yuanjia adalah tentang sebuah semangat yang berawal dari sebuah rasa rendah diri yang digabung dengan masalah keterbatasan fisik yang dimilki oleh seorang Huo Yuanjia. Meskipun tidak dilahirkan dengan fisik yang dirasa cukup untuk mempelajari Kung Fu, Huo Yuanjia telah membuktikan bahwa dengan sebuah kerja keras dan ketekunan, sebuah bibit yang pernah dipandang buruk dapat saja bertumbuh dan berubah menjadi "seekor naga".

Nama Huo Yuanjia dapat selalu diingat dan dikenang sebagai seorang Pioner dan pendobrak.Seorang yang berani melawan arus dengan berbekal sebuah tekad dan kerja keras.
Huo Yuanjia merupakan seorang pahlawan ....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Iklan

Komentar Terbaru

Prodimaar