Rabu, 25 Februari 2015

DORPHAL


DORPHAL yang terdapat di Gunung PADRANG yang terdeteksi dengan alat Geo Listrik

DORPHAL (baca : dorfal) adalah sebuah relay ancient technology buatan Bangsa LEMURIA 40% yang dapat memancarkan gelombang yang dinamakan ERSELNA yang berfungsi untuk memadatkan atau merapatkan molekular tanah. DORPHAL berisi nanotechnology dan rata-rata berbentuk bulat sempurna supaya bisa memancarkan gelombang ERSELNA ke segala arah dan mampu mendeteksi apapun yang terjadi di permukaan Planet dan membuat antisipasi yang dibutuhkan oleh Planet tersebut. 

Prinsip kerja DORPHAL adalah dengan cara melawan gelombang dengan gelombang. Contohnya jika terjadi gempa bumi maka gelombang ERSELNA pada DORPHAL akan memberikan reaksi secara otomatis untuk melawan gelombang gempa tersebut dengan cara memadatkan molekular tanah sehingga radius yang melewati gelombang ERSELNA tersebut menjadi mental kembali. 

Molekular DORPHAL dibuat satu baris dan searah sehingga bisa menimbulkan gelombang magnetik sangat tinggi apabila terkena stimulus dari gelombang lain. Contohnya Radar, yang mengeluarkan atau menembakkan semacam gelombang dan akan direspon oleh DORPHAL, sebagai serangan maka akan terjadi counter attack yang menyebabkan semua mekanisme pesawat jadi mati kecuali pesawat tanpa Radar. Untuk pesawat yang memakai radar, diatas 8000 kaki masih tetap aman, tetapi disekitar 6000 kaki dan jika terperangkap jalur DORPHAL, maka akan terjadi serangan. Dibawah jalur itu juga aman .Inilah yang terjadi terhadap beberapa kasus kecelakaan pesawat yang terjadi di Gunung Salak (contohnya). Kejadian jatuhnya pesawat terbang yang sering terjadi di Gunung Salak dikarenakan adanya anomali magnetik. Hal itu bisa terjadi apabila jarak & ketinggian pesawat berada dalam radius pengaruh dari Anomali Magnetik tersebut. Para pakar tidak pernah tertarik menyelidiki jatuhnya pesawat terbang di wilayah tersebut dari tahun ke tahun, & menganggap hal itu adalah mistis. Anomali Magnetik tersebut mempengaruhi sistem pelontar radar sehingga menjadi distorsi bahkan kadang menjadi mati. Bahkan tidak menutup kemungkinan pesawat yang masuk dalam radius anomali tersebut kesulitan keluar yang akhirnya menabrak tebing. Korbannya sudah banyak, tapi tidak pernah diselidiki. 

Casing DORPHAL di Costa Rica
DORPHAL dibuat melalui sebuah teknologi bernama teknologi ELLEMANPHATERA yaitu sebuah teknologi untuk mencampurkan unsur logam KRAIMAN dengan unsur batuan agar tidak menjadi karat dan rusak oleh korosi. Casing DORPHAL tersebut diproduksi di daerah Costa Rica oleh Bangsa INCA pada waktu itu. Sedangkan mesin nanotechnology-nya di-implan-kan di NUSANTARA dan hasilnya dipasang diseluruh dunia disetiap gunung-gunung yang besar sebagai relay dan pasak atau penyeimbang ARDH GRUMMA (Planet Bumi) yang sebetulnya sangat mudah sakit-sakitan.

DORPHAL rata-rata terdapat di gunung yang besar dan tidak hanya terdapat di gunung yang aktif dan tidak aktif, namun efek DORPHAL juga ada di laut, bahkan DORPHAL di segitiga bermuda sangat kuat karena mampu membentuk wormhole. Letusan gunung pada masa sekarang tidak seperti letusan Guntung Tambora atau gunung-gunung yang letusannya besar karena ada DORPHAL. Gunung yang letusannya sangat dahsyat dikarenakan Bangsa LEMURIA memang saat itu belum memasang DORPHAL, contohnya letusan Gunung ZHUNNDA. Gunung yang memiliki DORPHAL diantaranya Gunung Gede, Gunung Ciremai, Gunung Merapi, Gunung Salak, Gunung PADRANG. Di empat piramida bawah laut juga terdapat DORPHAL, yaitu di piramida tempat ARKHYTIREMA, GLABHINNARA, GHRIBADAR, RHINGGAMANA.

Mini Dorphall yang ditemukan di Gunung Padang, sayang sudah tak berfungsi. Seharusnya bagian tengah bisa berputar. Sumber
DORPHAL yang masih aktif masih banyak sekali terkubur di Nusantara namun banyak pula DORPHAL yang digali untuk diambil inti teknologinya sebagai sumber energi besar dan aman juga mahal. Di Nusantara yang mencuri isi DORPHAL itu adalah kaum penjajah seperti Jepang dan Belanda karena mereka mengetahui dari manuskrip. Itu sebabnya dibeberapa tempat di Nusantara terdapat cangkang-cangkang DORPHAL yang sudah diambil teknologinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Iklan

Komentar Terbaru

Prodimaar