Rabu, 09 Mei 2012

Teknik Menghancurkan Benda Keras (Kajian Ilmiah)


Pemecahan benda keras tidak asing bagi yang berkecimpung dalam dunia persilatan,  Pematahan dan pemecahan dapat dijelaskan secara lebih ilmiah, sebagai berikut :

Benda Keras
Untuk tingkat kesulitan pemecahan benda keras ini tergantung 2 paktor :
  1. Jenisnya Bahannya, jenis bahan ini mempengaruhi tingkat  kerapatan molekular dan kelenturannya. Contoh, balok beton lebih mudah memcahkannya dari pada baja, karena baja lebih rapat ikatan molekularnya dan juga lebih lentur. untuk memecahkan besi lebih sulit daripada baja karena kerapatan dan daya lentur lebih besar dari pada baja.
  2. Posisi benda yg akan dipukul. misal beton yang akan di hancurkan ujung beton ini disangga akan lebih mudah daripada beton yg disimpan dilantai, dan lebih sulit lagi bila 2-3 tumpuk beton disimpan ditanah/lantai yg di hancurkannya bagian tengah atau bawahnya saja tanpa menghancurkan bagian atasnya.
Jadi  Walaupun benda itu kelihatan keras dan kaku, namun menurut ilmu mekanika benda tersebut  memiliki sedikit kelenturan. Demikian pula dengan balok es, kikir atau lempengan besi baja. Per mobil termasuk mempunyai kelenturan yang lebih tinggi. Kelenturan sangat mempengaruhi proses patahnya benda dan proses tumbukan antara tangan dan benda.

Tangan
Anggota tubuh yg biasa dugunakan tuk memecahkan ini adalah Tangan, dibagi atas telapak, pisau  hasta,  dan siku. Pada proses tumbukan sebagian tenaga terserap oleh kelenturan otot. Secara sederhana dibayangkan bahwa tenaga yang diserap oleh perubahan bentuk otot menyerupai dengan tenaga untuk membengkokkan lengan seseorang yang sedang dikejangkan. Sejumlah tenaga pada proses tumbukan telah digunakan untuk mengubah bentuk otot pada sisi telapak serta otot-otot lainnya pada telapak, pergelangan, dan siku. Tulang manusia sebenarnya sangat kuat, menurut ilmu mekanika, tulang manusia dapat menanggung kerapatan gaya (stress) sampai empat puluh kali lipat dibandingkan beton. jadi tidak perlu khawatir tulang kita akan patah. bagian tangan manapun yg akan digunakan yg paling baik adalah menggunakan otot tuk memecahkannya agar efek cedera dari tumbukan bisa di minamalisir.


Tumbukan
Menurut Newton gaya yang terjadi adalah sama dengan massa benda dikali percepatan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengamati bahwa gaya yang diberikan kepada sebuah benda, selalu berasal dari benda lain. gerobak bergerak karena kita yang mendorong, paku dapat tertanam karena dipukul dengan martil, buah mangga yang lezat jatuh karena ditarik oleh gravitasi bumi. 
Pada waktu tangan menumbuk benda, tangan  memberikan gaya kepada benda keras  itu, maka benda  tersebut akan membalas dengan memberikan gaya kepada tangan, di mana gaya yang diberikan sama besar tetapi berlawanan arah. Jadi gaya yang bekerja pada sebuah benda merupakan hasil interaksi dengan benda lain. Gaya yang kita berikan arahnya menuju benda keras itu , sedangkan gaya yang diberikan oleh benda keras arahnya menuju tangan kita. Ketika kita memukul , Jadi  Walaupun benda itui kelihatan keras dan kaku, namun menurut ilmu mekanika benda tersebut  memiliki sedikit kelenturan, gaya yang kita berikan tersebut menggerakan benda keras tersebut menjadi , Pada saat benda tertumbuk, bentuknya berubah menjadi melengkung. Karena bentuknya melengkung maka bagian atas dari benda menjadi pendek, sedangkan bagian bawah menjadi panjang. Pertambahan panjang bagian bawah menimbulkan gaya tarikan sampai pada suatu saat di mana kerapatan gaya yang terjadi melampaui ambang kerapatan gaya ( breaking stress) beton. Pada saat itulah bagian bawah beton pecah. Sedikit sisa tenaga pada tangan sudah cukup untuk melanjutkan pemecahan beton sampai ke permukaan atasnya. hal ini di sebabkan kecepatan tangan berubah dari kecepatan maksimum menjadi berhenti karena menumbuk benda. Makin besar perubahan kecepatan (perlambatan), makin besar pula gaya yang dihasilkan. Menurut percobaan Feld, Nair, dan Wilk, perlambatan ini dapat mencapai 3.500 meter per detik kuadrat, sehingga mampu menghancurkan sebuah beton.

Ketika sebuah benda yang padat mendapat benturan, bisa mengeluarkan dua macam gelombang, satu adalah gelombang bujur (longitudinal), sedangkan satunya lagi adalah gelombang permukaan. “Gelombang bujur” adalah suatu gelombang tembusan, bisa menembus suatu benda, dari satu sisi permukaan melalui pusat benda dan disalurkan ke sisi lainnya. Dan “gelombang permukaan”, sama seperti namanya, hanya bisa menyampaikan pada permukaan yang sangat dangkal.  Nah untuk bisa menghancurkan benda keras yg tidak menggunakan penopang energi dari tekanan benturan tadi gelombang harus menembus benda itu dan terpokus bisa bagian bawahnya atau bagian tengahnya saja.

Pemukulan Benda Keras

  1. Melalui latihan yang terencana, teratur, dan terarah melatih otot. Agar menjadi cepat, kuat, dan liat. Sehingga pukulan untuk pematahan yang dilakukan akan menghasilkan lebih banyak gaya mekanis dan mengurangi kerugian akibat perubahan bentuk pada saat terjadi tumbukan. Selain itu harus pula meningkatkan kecepatan pukulan supaya didapat gaya yang lebih besar.  Teknik ini biasanya dipergunakan dalam pemecahan benda2 keras dengan menggunakan penopang, dengan mengandalkan kecepatan pukulan. Jarak tangan dan benda biasanya mempengaruhi efektifitas dan kekuatan pukulan.
  2. Melatih Energi Tubuh/Tenaga Dalam. Dengan teknik olah nafas dan gerak tertentu sehingga energinya tubuhnya meningkat, dalam hal ini energi hawa panas. dimana energi panas ini bila dipokuskan akan menghasilkan gelombang kejut yang memiliki efek destruktif yg dahsyat. dimana Gelombang kejut adalah gelombang dari sebuah aliran yang sangat cepat dikarenakan kenaikan tekanan, temperature, dan densitas secara mendadak pada waktu bersamaan. Seperti gelombang pada umumnya shock wave juga membawa energi dan dapat menyebar melalui medium padat,cair ataupun gas. Dengan teknik ini jarak tangan dengan target pukulan tidak menjadi masalah bahkan dengan jarak beberapa centi saja kita bisa menghancurkan benda tsb. hal ini bisa dilakukan oleh orang yg punya energi kuat.
  3. Gabungan dari 2 teknik diatas. biasanya digunakan oleh orang yg sudah berlatih energi tubuh/tenaga dalam tapi belum begitu kuat, dimana kecepatan, kekuatan otot masih dibutuhkan selain  teknik pemokusan tenaga.
Tuk melihat perbedaan secara kasar pemecahan menggunakan energi tubuh/tenaga dalam dan teknik latihan fisik adalah dari hasil efek hancuran benda kerasnya, biasanya dengan menggunakan kekuatan Tenaga Dalam adalah pecah 2 bagian secara sempurna.

Sumber  Kumara Tsabit


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Iklan

Komentar Terbaru

Prodimaar